Tips dan Trik Bisnis Online, gratis

lowongan kerja di rumah

100% PTC Gratisan klik disini

Get paid To Promote at any Location
Tampilkan postingan dengan label multi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label multi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Januari 2009

Larangan Sistem Piramida oleh APLI


Beberapa tahun belakangan ini dunia usaha di Indonesia di hebohkan dengan munculnya Bisnis MLM atau Multi Level Marketing, tidak jarang perbincangan seputar MLM di bahas setiap hari, mulai dari strategi bisnis, produk, bonus dll.

Sungguh luar biasa perekonomian masyarakat kita setelah datangnya Bisnis MLM ini, dengan begitu semangatnya para Upline memberikan support yang baik kepada para Downline nya dengan harapan dia bisa mendapatkan untung yang besar, selain itu strategi - strategi jitu pun bermunculan seiring dengan adanya persaingan antar MLM yang saling mengakui kehebatan Marketing Plan dan produknya.

Tidak perlu dipungkiri, memang kenyataannya ada saja orang yang sudah menikmati hasil dari kerja kerasnya, mempunyai rumah dan mobil mewah atau jalan-jalan ke luar negeri, dengan kata lain menjadi OKD (Orang Kaya Dadakan). Tapi tanpa kita sadari tidak sedikit juga orang yang gagal dalam menjalankan Bisnis MLM tersebut yang akhirnya secara materi orang-orang tersebut jatuh sengasara... mencari untung malah buntung.....LUAR BIASA....

Yang lebih menarik untuk disimak, APLI atau Asosiasi Penjualan Langsung melarang adanya MLM yang menggunakan "Sistem Piramida" sebagai sistem bisnisnya karena selain ilegal ini sebagai bentuk samar dari Money Game.

Sebagaimana dijelaskan oleh APLI, aturan main dari Sistem Piramida ini berbeda dengan bisnis penjualan langsung.
Aturan Sistem Piramida :
* Biaya pendaftaran keanggotaan berikut paket produk, mahal.
* Harga jual produknya sangat tinggi, ada yang bisa mencapai lebih dari 10 kali lipat harga produk sejenis dipasaran.
* Sistem dilakukan menyerupai Multi Level marketing, tetapi tidak sama. Misalnya masing-masing anggota dibatasi hanya boleh merekrut maksimal hanya 2 orang. dua orang tersebut merekrut dua orang lagi dan seterusnya hingga terbentuk satu piramida.
* Satu anggota boleh "membeli" lebih dari 1 keanggotaan (disebut kavling).
* Imbalan diberikan berdasarkan tersususnnya satu jaringan berbentuk piramida dengan jumlah orang dalam format tertentu; imbalan bukan berdasarkan prestasi atas volume penjualan dan tidak ada unsur harus memasarkan produk sampai kepada konsumen.
* Masa keanggotaan kadangkala berlangsung sangat singkat (hanya sampai terbentukya suatu format tertentu). berbeda dengan perusahaan penjualan langsung, dimana anggota dapat aktif minimal 1 tahun atau bahkan seumur hidup.
* Program pemasaran (Marketing Plan) skema piramida sangat rumit dan susah dipelajari. Titik berat pada rekruting, bukan pada penjualan.

Bisnis Penjualan Langsung :
Dalam dunia penjualan langsung, baik di Indonesia maupun di tingkat Internasional, terdapat 3 sistem yang telah berjalan sangat lama, yaitu sistem konvensional atau Single Level Marketing (termasuk party plan), sistem Limited Level dan sistem Multi Level atau Multi Level Marketing.
* Semua sama-sama membuka peluang penghasilan bagi siapa saja yang mau berusaha berdasarkan kerjasama kemitraan.
* Landasan bisnisnya sama-sama terdiri dari 3 hal, yaitu merekrut, mendidik, dan memotivasi para mitra usaha yang lazim disebut Distributor atau Dealer.
*Semua sama-sama mengenakan biaya pendaftaran keanggotaan kepada para distributor/dealernya dengan nilai yang pantas sesuai dengan starter kit yag diperoleh.
* Semuanya samasama memiliki sejumlah produk (barang dan jasa) dengan harga yang masuk akal untuk dijual melalui para distributor/dealer sampai ke tangan konsumen. Berdasarkan volume penjualan yang dicapai, para distributor/dealer memperoleh imbalan atau komisi beserta intensif dan berbagai hadiah yang menarik yang besar dan jumlahnya tidak terbatas.
* Semuanya sama-sama memberlakukan sistem dimana seorang anggota hanya mendapatkan satu keanggotaaan dan tidak boleh lebih.
* Bagi distributor/dealer yang aktif bekerja, peluang berpenghasilan sudah pasti ada.
* Program pemasaran (Marketing Plan)sederhana dan transparan.

Jadi berhati-hatilah dan teliti jika anda memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan Multi Level marketing..
Jika anda mendapatkan kecurigaan atau keragu-raguan, Anda dapat tanyakan ke

Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, dengan alamat Sekretariat :

Jl. Alam Segar VII/21 Pondok Indah Jakarta 12310
Telp: (021) 751 3704 Fax : (021) 759 14049
E-mail : apli@cbn.net.id

Sabtu, 03 Januari 2009

Mengenal Sejarah MLM

SEJARAH MULTI LEVEL MARKETING

MLM atau Multi Level Marketing ditemukan pada tahun 1940-an oleh Profesor asal universitas Chicago. Produk pertama yang mereka jual adalah vitamin dan makanan tambahan Nutrilite.

Saat itu, Nutrilite Products Inc. merupakan salah satu perusahaan di Amerika yang dikenal telah menggunakan metode penjualan secara bertingkat. Dengan modal awal yang relatif tidak besar, seorang tenaga penjual biasa mendapatkan penghasilan melalui dua cara. Pertama, keuntungan diperoleh dari setiap program makanan tambahan yang berhasil dijual ke konsumen. Kedua, dalam bentuk potongan harga dari jumlah produk yang berhasil dijual oleh distributor yang direkrut dan dilatih oleh seorang tenaga penjual dari perusahaan.

Rancangan penjualan perusahaan itu menarik perhatian Rich DeVos dan Jay Van Andel. Dua pemuda dari Michigan ini kemudian memutuskan bergabung sebagai tenaga penjual. Hasilnya, dalam kurun waktu sembilan tahun mereka tidak hanya menikmati keuntungan dari menjual produk Nutrilite, tapi yang paling melekat dalam benak mereka adalah kehebatan konsep penjualannya. Suatu konsep yang merupakan dasar dari terbentuknya Amway Corporation di kemudian hari.

Pada pertengahan tahun 1950, organisasi dalam perusahaan Nutrilite mengalami guncangan. Momentum ini merupakan awal berdirinya Amway pada tahun 1959. Amway didirikan oleh Rich DeVos dan Jay Van Andel, berdasarkan suatu keyakinan, bahwa kesuksesan memasarkan suatu produk adalah menjualnya secara langsung kepada pelanggan. Berdasarkan pengalaman berharga yang diperoleh dari Nutrilite, mereka memulai usaha yang sederhana dengan menempati sebuah gudang di kota Ada, Michigan, dengan produk awal LOC (Liquid Organic Cleaner), suatu cairan pembersih biodegradable yang aman untuk lingkungan. Usaha ini kemudian berkembang menjadi Amway Corporation, sebuah perusahaan yang berskala Internasional di 80 negara dan teritori.

MLM sendiri mulai tumbuh di luar Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Dan dalam waktu singkat, ia berkembang pesat sebagai bagian yang terpenting dari industri penjualan langsung. Selama puluhan tahun MLM terbukti merupakan cara yang sangat sukses memberikan penghasilan yang layak kepada pelanggan secara langsung. Kesukesan ini terlihat nyata ketika pada tahun 1972 Amway membeli Nutrilite Inc.yang memproduksi vitamin dan makanan tambahan bermutu. Seperti halnya semua bentuk penjualan langsung, metode ini membawa manfaat yang luar biasa bagi pasar dengan memberikan kesempatan kepada ribuan orang yang mungkin terabaikan atau tidak terserap di pasar tenaga kerja. MLM merupakan cara yang cukup sederhana dan tidak mahal bagi siapa saja yang ingin belajar tentang dasar bisnis dan manajemen penjualan.

MLM memang memberikan kesempatan kepada setiap orang, yang semula tidak diperhitungkan di dunia perdagangan. Bisnis ini menawarkan kemudahan bagi setiap orang, dengan cara yang sederhana, untuk menambah penghasilan mereka. MLM memperbolehkan orang berbisnis dengan produk atau jasa yang unik dan inovatif, membawa mereka ke pasar tanpa mengeluarkan biaya iklan di media masa yang sangat besar, dan tanpa harus bersaing di toko-toko pengecer. Suatu metode distribusi eceran dengan sentuhan pribadi yang sudah menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Dengan cara unik dan inovatif, MLM telah menjadi metode penjualan yang sukses selama 50 tahun. Karena itu, banyak ditiru oleh bisnis-bisnis yang curang seperti skema pyramid, surat berantai dan sistem Binari.

Refferensi :
"Sejarah Multi Level Marketing" esoftdreamblog.